Halaman

Powered By Blogger

Selasa, 29 Mei 2012

Arah angin kurasa berubah. Sejak kemarin malam aku lihat rautmu memuram. Ketika senja datang dan menyeret air mataku. Setiap nurani memiliki ego dengan waktu sendiri. Mungkin kemarin kau mengalaminya. Aku akan menjelaskan walau kau tak ingin dengar. Aku akan berkata walau kau berpaling. Karena aku ingin duduk di antara angkuhmu, dan karena aku mencintaimu dengan segala kelemahanmu, kekuranganmu. Semua itu membuatku terbaca lebih berharga. Mempunyai serpihan yang melengkapiku. Maafkan aku. Sungguh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar