“Emak pun mboten kuat. Menawi rujuk wonten griya sakit mriku pripun?,”
aku dengar dan coba tahan semuanya. Dalam bahasa Indonesia bisa diartikan:
“Ibu sudah tidak kuat. Jika dirujuk ke rumah sakit disitu bagaimana?”.
Kemudian hening. Aku melihat kebingungan Ibu setelah mengangkat telfon dari saudarinya di desa. Aku tidak bertanya, hanya takut membuatnya semakin jatuh dan coba menunggu apa yang akan terjadi.
Dibalik dinding cat putih yang lapisannya mulai terkelupas, samar-samar kudengar suara ayah,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar