“Iya. Aku pulang besok pagi dengan penerbangan paling awal”. Aku benci dengan situasi seperti ini. Rasanya begitu mengekang. Tidak suka melihat raut orang tuaku memuram. Sudah cukup aku yang membuatnya begitu. Sudah sekian lama aku tak bisa membuat mereka menyunggingkan senyum atasku.
Burung hantu mulai bernyanyi di pucuk pohon saat aku terbangun dari tidurku. Tepat jam 1 malam dan hening. Aku keluar kamar menyalakan lampu ruang tengah dan menemukan telepon seluler Ibuku. Membuka menu dan mencari pesan masuk, 16 pesan sebagian dari ayah dan lainnya dari kakak perempuanku-paling tua dan lebih dewasa.
“Besok aku balik bareng ayah dari Mojokerto”.
Pesan dari ayahku mempermasalahkan tentang penerbangannya ke Jawa. Sepertinya ayah akan pulang lebih sore.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar